Revitalisasi Ruas Utam...

Revitalisasi Ruas Utama: Hari Bebas Kendaraan Bermotor di HR Rasuna Said dan Semangat HUT ke-499 Jakarta

Ukuran Teks:

indsatu.com.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengukuhkan komitmennya terhadap lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan ruang publik yang inklusif dengan mengumumkan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di salah satu arteri vital Ibu Kota, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Inisiatif ini bukan sekadar penutupan jalan sementara, melainkan sebuah perayaan akan potensi kota yang berorientasi pada manusia, bertepatan dengan momen bersejarah pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta yang akan datang.

Pelaksanaan CFD di koridor Rasuna Said dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026, mulai pukul 05.30 WIB hingga 10.00 WIB. Durasi empat setengah jam ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menikmati ruas jalan protokol yang biasanya padat dengan kendaraan bermotor, berubah menjadi arena rekreasi, olahraga, dan interaksi sosial yang bebas polusi. Momen ini diharapkan dapat menjadi simbol semangat baru dalam menyongsong usia hampir lima abad Kota Jakarta.

Menurut Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Ujang Harmawan, area HBKB di Jalan HR Rasuna Said akan dibagi menjadi dua segmen utama. Untuk sisi timur, pembatasan kendaraan akan berlaku mulai dari Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca, menciptakan koridor panjang yang membentang di jantung kawasan bisnis dan komersial Kuningan.

Sementara itu, di sisi barat, area bebas kendaraan akan diterapkan dari Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio sampai dengan Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya. Penentuan segmen-segmen ini didasarkan pada pertimbangan aksesibilitas dan dampak terhadap lalu lintas sekitar, memastikan bahwa meskipun ruas utama ditutup, mobilitas warga tetap dapat terlayani melalui jalur alternatif yang telah disiapkan secara matang. Pernyataan ini disampaikan Ujang Harmawan sebagaimana dilansir oleh Antara pada Kamis, 7 Mei 2026, menandakan persiapan yang telah dilakukan secara menyeluruh.

Pemberlakuan CFD di jalan-jalan utama selalu menuntut perencanaan rekayasa lalu lintas yang cermat dan komprehensif. Dishub DKI Jakarta telah merancang enam rute alternatif sebagai pengalihan arus lalu lintas selama periode HBKB di Jalan HR Rasuna Said. Skema ini bertujuan untuk meminimalkan kemacetan dan memastikan kelancaran pergerakan kendaraan di sekitar area yang ditutup.

Bagi pengguna jalan yang bergerak dari arah timur, seperti Manggarai, menuju ke arah barat, seperti Tanah Abang atau Karet, rute yang direkomendasikan adalah melalui Jalan Sultan Agung. Dari sana, pengendara dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalan Galunggung, kemudian menyusuri Jalan Karet Pasar Baru Timur III, Jalan Karet Pasar Baru Timur II, dan akhirnya menuju Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo, sebelum kembali ke tujuan semula. Rute ini dirancang untuk mengakomodasi pergerakan melintasi pusat kota.

Alternatif kedua untuk pergerakan dari timur, khususnya dari Kampung Melayu menuju arah barat (Tanah Abang/Karet), disarankan untuk mengambil Jalan Raya Casablanca. Pengendara kemudian dapat berbelok ke Jalan Prof. Dr. Satrio dan melanjutkan perjalanan melalui Jalan KH Mas Mansyur. Kedua rute dari timur ini menunjukkan diversifikasi yang disiapkan untuk menampung volume kendaraan yang signifikan.

Sebaliknya, bagi lalu lintas yang bergerak dari arah barat, seperti Tanah Abang atau Karet, menuju arah timur, ke Manggarai, rute pengalihan yang telah disiapkan adalah melalui Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo. Dari titik ini, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalan Galunggung dan kemudian menyusuri Jalan Sultan Agung, kembali ke jalur utama atau tujuan selanjutnya di timur.

Untuk pergerakan dari barat (Tanah Abang/Karet) menuju timur (Kampung Melayu), pengguna jalan diarahkan melalui Jalan KH Mas Mansyur. Rute ini kemudian berlanjut ke Jalan Prof. Dr. Satrio, sebelum akhirnya mencapai Jalan Raya Casablanca. Empat rute pertama ini secara khusus mengatasi pergerakan horizontal yang merupakan pola lalu lintas dominan di area tersebut, memastikan konektivitas antar wilayah tetap terjaga.

Dua rute pengalihan terakhir berfokus pada pergerakan vertikal. Untuk lalu lintas dari arah utara, seperti Menteng, yang hendak menuju ke selatan, yaitu Kuningan, rute yang disediakan adalah melalui Jalan Galunggung. Perjalanan dilanjutkan melalui Jalan Gembira, Jalan Kuningan Persada, Jalan Kuningan Mulya, Jalan Achmad Bakrie Barat, dan akhirnya menuju Jalan Casablanca, mengakomodasi kebutuhan akses ke kawasan Kuningan.

Terakhir, bagi pengguna jalan yang bergerak dari arah selatan (Kuningan) menuju utara (Menteng), pengalihan arus diarahkan melalui Jalan Prof. Dr. Satrio. Dari sana, kendaraan akan melintasi Jalan Denpasar Raya, Jalan Setiabudi, Jalan Setiabudi Utara Raya, Jalan Setiabudi Tengah, dan kemudian bergabung kembali ke Jalan Galunggung. Seluruh skema rekayasa lalu lintas ini membutuhkan perhatian dan adaptasi dari para pengendara.

Selain pengaturan lalu lintas, Dishub DKI Jakarta juga telah mempersiapkan fasilitas pendukung yang vital, yaitu area parkir. Sebanyak 3.687 Satuan Ruang Parkir (SRP) telah dialokasikan di sekitar lokasi CFD, yang terdiri dari kapasitas 1.680 SRP untuk mobil dan 2.007 SRP untuk sepeda motor. Penyediaan area parkir yang memadai menjadi kunci untuk mendukung partisipasi masyarakat dalam HBKB tanpa menimbulkan masalah parkir liar.

Empat titik parkir utama telah ditunjuk oleh Dishub DKI Jakarta untuk memudahkan akses peserta CFD. Pasar Festival dan GOR Soemantri menyediakan kapasitas untuk 305 mobil dan 437 sepeda motor. Kawasan Rasuna Epicentrum menawarkan kapasitas parkir yang lebih besar, dengan ruang untuk 850 mobil dan 685 sepeda motor.

Selanjutnya, Setiabudi One memiliki kapasitas parkir untuk 310 mobil dan 450 sepeda motor. Gedung Nyi Ageng Serang melengkapi daftar dengan kapasitas 215 mobil dan 435 sepeda motor. Ketersediaan parkir di lokasi-lokasi strategis ini diharapkan dapat mengurai potensi kepadatan dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi.

Meskipun Jalan HR Rasuna Said ditutup untuk kendaraan pribadi, layanan angkutan umum tetap beroperasi secara normal untuk melayani mobilitas warga. Transjakarta, sebagai tulang punggung transportasi publik Jakarta, akan tetap melayani berbagai rute vital. Ini termasuk rute L13 (Puri Beta-Flyover Kuningan Express), 4D (Pulo Gadung-Kuningan), 6 (Ragunan-Galunggung), 6A (Ragunan-Balai Kota via Kuningan), 6B (Ragunan-Balai Kota via Semanggi), dan 6H (Senen-Lebak Bulus).

Integrasi transportasi publik juga diperkuat dengan operasional Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Relasi Dukuh Atas-Harjamukti dan Dukuh Atas-Jati Mulya akan tetap beroperasi, menyediakan alternatif transportasi yang cepat dan efisien bagi warga yang ingin mencapai area CFD atau melewati Kuningan. Ketersediaan angkutan umum ini sangat krusial untuk memastikan bahwa tujuan utama CFD, yaitu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, dapat tercapai.

Ujang Harmawan secara khusus mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menghindari ruas jalan yang terdampak penutupan tersebut dan menyesuaikan perjalanan dengan pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan. Penting bagi setiap pengendara untuk mematuhi rambu lalu lintas yang ada, mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan, serta senantiasa mengutamakan keselamatan selama di jalan. Kolaborasi dan kesadaran dari masyarakat adalah kunci keberhasilan acara ini.

Pemberlakuan CFD di HR Rasuna Said, bertepatan dengan pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta, bukan hanya sekadar upaya mengurai kemacetan atau mengurangi polusi, tetapi juga sebuah pernyataan akan visi kota yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini adalah kesempatan bagi warga Jakarta untuk merasakan denyut kota dari perspektif yang berbeda, sekaligus merayakan semangat kebersamaan dan kesehatan di jantung Ibu Kota.

Sumber: news.detik.com

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan