indsatu.com, Jakarta – Proses seleksi Hoegeng Awards 2026 telah memasuki babak krusial dengan penetapan 15 nama polisi terbaik sebagai kandidat finalis. Dewan Pakar, yang bertugas menyaring ratusan nominasi, baru-baru ini merampungkan tahap penting ini dengan memilih tiga kandidat teratas untuk masing-masing dari lima kategori penghargaan. Namun, di balik keputusan besar ini, terkuak cerita tentang intensitas dan kompleksitas penilaian, terutama dalam menentukan sosok "Polisi Berintegritas."
Penetapan 15 besar kandidat ini dilakukan melalui rapat Dewan Pakar yang berlangsung di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 6 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi puncak dari upaya panjang dalam mencari teladan Polri yang patut diacungi jempol, melanjutkan semangat Jenderal Hoegeng Iman Santoso yang dikenal luas karena kesederhanaan dan integritasnya yang tak tergoyahkan.
Lima kategori yang menjadi fokus penghargaan ini mencakup Polisi Berdedikasi, Polisi Inovatif, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, Polisi Tapal Batas dan Pedalaman, serta Polisi Berintegritas. Setiap kategori dirancang untuk mengapresiasi beragam aspek pengabdian dan profesionalisme anggota kepolisian di seluruh Indonesia.

Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka dengan latar belakang yang beragam, memastikan objektivitas dan kedalaman penilaian. Mereka adalah Dr. Habiburokhman, S.H., M.H., Ketua Komisi III DPR; Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia; Putu Elvina, S.Psi., MM, Wakil Ketua Komnas HAM; Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., Mantan Plt Pimpinan KPK; dan Gufron Mabruri, anggota Kompolnas. Keberagaman perspektif ini menjadi modal utama dalam menyaring kandidat terbaik.
Habiburokhman, salah satu anggota Dewan Pakar, menegaskan bahwa para pakar telah dilengkapi dengan referensi yang sangat komprehensif mengenai setiap kandidat. Hal ini mencakup berbagai sumber informasi, baik dari pemberitaan media maupun data-data pendukung lainnya, yang menjadi landasan kuat bagi setiap penilaian. Dengan demikian, ia menjamin bahwa proses seleksi ini berlangsung secara adil dan objektif.
Namun, di antara semua kategori, penentuan tiga kandidat terbaik untuk "Polisi Berintegritas" diakui sebagai tantangan terberat. Habiburokhman menjelaskan bahwa menilai integritas seseorang tidak dapat didasarkan pada satu atau dua peristiwa semata. Penilaian ini menuntut penelusuran rekam jejak yang sangat mendalam dan menyeluruh.
"Kami harus menelaah secara cermat hingga ke catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk memastikan kewajaran aset," ujar Habiburokhman. Ia menambahkan, pemeriksaan juga mencakup potensi konflik kepentingan dalam menjalankan tugas, yang menjadikan proses ini jauh lebih rumit dibandingkan kategori lain. Integritas bukanlah prestasi tunggal, melainkan cerminan perilaku yang konsisten sepanjang waktu.

Mas Achmad Santosa, pakar hukum dan mantan pimpinan KPK, mengamini pernyataan Habiburokhman. Ia mengungkapkan bahwa Dewan Pakar memang sengaja menetapkan standar yang sangat tinggi untuk kategori Polisi Berintegritas. Kategori ini, menurutnya, memiliki bobot khusus karena menjadi sorotan utama publik.
"Publik sangat menantikan siapa sosok polisi yang benar-benar berintegritas," kata Mas Achmad. Harapan masyarakat terhadap polisi yang jujur dan bersih sangat besar, menjadikan kategori ini representasi dari citra Polri yang ideal di mata publik.
Alissa Wahid turut menekankan pentingnya kategori integritas, dengan merujuk pada teladan Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Alissa menjelaskan bahwa Jenderal Hoegeng dikenal bukan hanya karena kesederhanaannya, tetapi juga karena integritasnya yang luar biasa, menjadi tolok ukur bagi penghargaan ini. Oleh karena itu, memilih kandidat Polisi Berintegritas memang sangat sulit karena standar yang diterapkan teramat tinggi.
"Integritas memiliki standar yang tidak bisa ditawar, seperti rekam jejak yang bersih," tegas Alissa. Ia menambahkan, para kandidat di kategori ini harus benar-benar sosok yang bersih, jujur, profesional, dan secara konsisten menjunjung tinggi kode etik Polri. Hal ini membutuhkan pemeriksaan yang sangat teliti dan hati-hati.

Gufron Mabruri menjelaskan bahwa untuk memastikan keaslian integritas para kandidat, Dewan Pakar melakukan pengecekan secara berlapis. Proses ini dirancang untuk memverifikasi setiap aspek kehidupan dan karier calon penerima penghargaan. Ini penting, sebab kategori Polisi Berintegritas akan menjadi cerminan utama dari wajah Polri di tengah masyarakat.
Sementara itu, Putu Elvina menjamin bahwa seluruh anggota Dewan Pakar berkomitmen penuh menjaga integritas dan independensi mereka dalam menentukan 15 besar kandidat. Komitmen ini esensial untuk memastikan bahwa kandidat yang terpilih nantinya tidak memiliki catatan bermasalah atau rentan terhadap intervensi.
"Dari tahun ke tahun, Dewan Pakar semakin selektif dalam meninjau kriteria calon," jelas Putu. Ia melanjutkan, pihaknya bertekad memastikan bahwa setiap calon telah melewati penyaringan rekam jejak yang ketat, serta menunjukkan pengalaman dan integritas yang tak diragukan. Tidak ada ruang bagi intervensi dari pihak mana pun dalam proses ini, menjaga kredibilitas hasil pemilihan.
Penetapan 15 kandidat ini menjadi tonggak penting dalam upaya menginspirasi perubahan positif di tubuh kepolisian. Dengan mengapresiasi para polisi teladan, Hoegeng Awards berharap dapat mendorong lebih banyak anggota Polri untuk meneladani nilai-nilai luhur Jenderal Hoegeng. Berikut adalah 15 polisi kandidat penerima Hoegeng Awards 2026 yang telah berhasil melewati seleksi ketat Dewan Pakar:

Kategori Polisi Berdedikasi
Para kandidat di kategori ini menunjukkan komitmen luar biasa melampaui panggilan tugas, mengabdikan diri untuk masyarakat dan institusi.
- Aiptu Dafit Rico Dermawan (Kasubnit II Unit 6 Sat Reskrim Polresta Padang)
- Brigpol Kamaludin (Bhabinkamtibmas Desa Sermong, Taliwang, Sumbawa Barat, NTB)
- Kombes Eko Budhi Purwono (Dirbinmas Polda Riau)
Kategori Polisi Inovatif
Kandidat ini dikenal atas terobosan dan ide-ide kreatifnya dalam meningkatkan pelayanan publik dan efektivitas kinerja kepolisian.
- Aipda Frits Bidara (Ps Kaur Ident Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara)
- Kombes Christian Tobing (Kapolresta Sidoarjo, Jawa Timur)
- Brigadir Renita Rismayanti (Anggota Divisi Hubungan Internasional Polri)
Kategori Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan
Penghargaan ini diberikan kepada polisi yang gigih dalam melindungi hak-hak kelompok rentan, memastikan keadilan dan keamanan bagi mereka.
- Ipda Kadek Sumerta (Panit Reskrim Polsek Blahbatuh, Polsek Gianyar, Bali)
- AKP Siti Elminawati (Kasat Reskrim Polres Sigi, Polda Sulawesi Tengah)
- AKBP Ema Rahmawati (Kasubbag Binops Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri)
Kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman
Para nominator di kategori ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang di daerah terpencil, membangun kepercayaan dan memberikan pelayanan di tengah keterbatasan.

- Iptu Bastian Tuhuteru (Kapolsek Leksula, Buru Selatan, Maluku)
- Ipda Motalip Litiloly (Kasat Samapta Polres Nduga, Polda Papua)
- Bripka Hamzah Ladema (Bhabinkamtibmas Desa Sonit, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah)
Kategori Polisi Berintegritas
Ini adalah kategori paling prestisius, menghormati polisi yang mencontohkan kejujuran, kebersihan, dan kepatuhan terhadap kode etik di setiap langkah pengabdiannya.
- Kombes Muhammad Arsal Sahban (Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus Bareskrim Polri)
- Kombes Norul Hidayat (Kepala SPN Polda Bangka Belitung)
- Kombes Yimmy Kurniawan (Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri)
Proses selanjutnya akan melibatkan seleksi lebih lanjut untuk menentukan pemenang dari masing-masing kategori, dengan harapan dapat menghadirkan sosok-sosok inspiratif yang mampu mengangkat citra Polri dan menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hoegeng Awards terus menjadi mercusuar yang menerangi jalan menuju kepolisian yang lebih baik, jujur, dan melayani.
Sumber: news.detik.com